10/05/12

Nabung, tapi nggak sadar



 Alhamdulillah.. akhirnya hari ini kekurangan gaji ku cair. Kekurangan gaji? Apaan tuh? Jadi begini, aku kan udah jadi CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Desember 2010. Maka aku sudah setahun menjadi CPNS pada 2012 ini. Akupun sudah lulus Diklat Prajabatan pada September lalu. Maka, pada akhir Februari kantorku mengusulkan aku menjadi PNS ke Kantor Wilayah di Jayapura, tentunya dengan melengkapi syarat-syarat seperti surat sehat dan DP3 (Daftar Penilaian Pegawai). Oleh kepegawaian di sana, usulanku itu akan diteruskan pada Badan Kepegawaian Nasional Regional Papua di Jayapura sana. Yang akhirnya setelah diproses di sana, surat keputusan pengangkatan menjadi PNS itu bisa kuterima pada pertengahan April. Di surat tersebut aku terdaftar sebagai PNS TMT 1 Maret 2011, artinya seharusnya aku sudah mendapatkan gaji 100% (selama menjadi CPNS hanya 80%) sejak bulan Maret. Padahal, SPM (Surat Perintah Membayar) Gaji bulan Mei sudah diajukan ke KPPN yang di dalam daftar gajinya aku masih CPNS. Maka, 20% gaji ku bulan Maret, April, dan Mei belum dibayarkan oleh negara. Nah, setelah gaji Juni diajukan SPMnya di awal Mei ini (gaji pegawai negeri diajukan SPMnya paling lambat tanggal 10 bulan sebelumnya), maka kekurangan gajiku juga sudah bisa diajukan SPMnya. Akhirnya, telah dikeluarkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) atas SPM kekurangan gaji tadi, sehingga aku mendapatkan uang kas yang cukup lumayan 60% dari gajiku selama ini.

Betapa senangnya mendapat kekurangan gaji. Padahal, aku tahu bahwa itu adalah hakku selama tiga bulan lalu. Namun, rasanya seperti mendapat gaji tambahan gitu deh. Mungkin karena aku nggak terlalu nyadar bahwa secara tidak langsung aku juga menabung selama tiga bulan. Perasaan ini juga muncul ketika dulu aku mendapat rapelan gaji dan tunjangan selama lima bulan ketika masih magang di kantor pusat Jakarta. Bayangkan saja, itu adalah uang pertama yang kudapat, juga penghasilan resmi pertama sebagai pegawai negeri. Aku langsung menghubungi ayah dan ibu bahwa mereka tak perlu menanggung biaya hidupku lagi, aku sudah mandiri, dan akan balik membiayai mereka. Padahal, sebenarnya seandainya saja gaji dan tunjangan itu telah dibayarkan tiap bulan, aku tidak akan sekaget itu. Inilah namanya menabung tanpa sadar.
Aku jadi teringat sebuah hadits nabi. Ada amalan-amalan yang bisa kita lakukan di dunia yang tanpa sadar akan terus mengalir pada kita sampai hari kiamat nanti meskipun kita sudah tiada. Di akhirat nanti, ketika kita disidang di hadapan Allah Azza wa Jalla kita akan terheran-heran betapa luar biasanya amalan kita. Sampai-sampai kita terperanjat dan bertanya dari mana asalnya itu semua? Inilah keistimewaan umat Muhammad, meskipun umurnya pendek-pendek, sebenarnya amalnya yang ia lakukan dulu sewaktu hidup bisa terus mengalir sampai hari kiamat nanti. Hadits ini begitu populer, mungkin temen-temen udah tahu apa aja itu. Mari sebutkan bersama, 1) Amal jariyah, 2) Ilmu yang bermanfaat, dan 3) Doa anak yang sholeh.

Sekedar sharing yang aku pahami aja (kalau salah mohon diluruskan), bahwa amal jariyah artinya ketika kita melakukan sesuatu yang manfaatnya akan terus dirasakan oleh orang-orang sepeninggal kita. Bisa saja berupa wakaf, infaq, property bisnis, dll. Misalnya kita mewakafkan sebidang tanah untuk dibangun masjid atau madrasah, dan ketika bangunan masjid dan madrasah itu sudah berdiri dan digunakan dengan baik, maka selama masih ada orang yang bersujud di masjid itu atau membaca dan mempelajari Qur’an dan Sunnah di situ selama itu pula pahala amal masih mengalir pada kita. Meskipun kita sudah meninggal sesaat setelah peresmian masjid atau madrasah itu. Luar biasa bukan?

Yang kedua adalah ilmu yang bermanfaat. Ketika seorang kiai, alim ulama, ustad, guru, atau kita-kita orang biasa menyampaikan ilmu yang kita punya pada orang lain, maka bisa jadi ada pahala yang mengalir ke kita. Syaratnya adalah, apabila ilmu tersebut diamalkan oleh murid atau orang yang kita ajari tadi. Sama aja dengan bisnis MLM (Multi Level Marketing), ketika kita menyampaikan ilmu bahwa sholat ke masjid itu banyak keistimewaannya dan orang yang kita ajak pun akhirnya mau ke masjid, maka InsyaAllah pahala amal orang tersebut juga akan mengalir ke kita tanpa mengurangi pahalanya dia sendiri. Luar biasa bukan?
Yang terakhir, adalah doa anak yang sholeh. Setiap dari kita pasti punya orang tua. Entah dia masih hidup maupun sudah wafat. Sebagai anak yang berbakti, sikap kita adalah selalu mendoakan mereka. Karena doa kita inilah yang akan menjadi penolong bagi orangtua di hari kiamat nanti. Terlebih lagi, jika kita menjadi hafidz Qur’an, bukan hanya penolong, tetapi kita akan memberikan mahkota bagi mereka di sana nanti. Terus doakan mereka. InsyaAllah jika kita berbakti padanya, maka anak kita pun akan berbakti dan mendoakan kita. Luar biasa bukan?

Nah, seperti itulah yang ingin aku share kali ini. Intinya, menabung tanpa sadar itu bener-bener memikat. Tahu-tahu dapet durian runtuh aja, tahu-tahu selamat dari api neraka. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar