Kejutan Besar Hari Ini

Baru dua tahun saya bermukim di Wamena, tetapi baru kali ini saya rasakan 'pukulan' yang luar biasa dahsyatnya.

Ini bukan pertama kalinya saya kehilangan barang. Malam idul qurban yang lalu saya sudah kehilangan sepeda. Sepeda yang dipinjam teman lupa ia kunci kembali dan posisinya di samping kantor sehingga memudahkan pencuri mengakuisisi. Saya sudah membeli gantinya, sepeda yang jauh lebih baik -lebih mahal pula- tentunya.

Saya sebenarnya tak rutin ke masjid saat Subuh, kadang bangun terlambat, kadang tidak jadi berangkat karena hujan. Namun, dua hari ini saya berhasil bangun dan berangkat ke masjid. Waktu subuh, Senin, 10 Juni 2013 itu tak ada firasat apapun saat saya hendak pergi ke masjid. Bersama teman yang sekaligus tetangga saya, kami berdua naik motor ke masjid. Biasanya saya naik sepeda, tetapi kemarin malam sepeda bernama Margaret itu saya parkir di markas BSMI Wamena, sebagai gantinya seorang teman meminjami sepeda motor. Setelah memastikan semua pintu terkunci, motor kami gas menuju rumah Allah.

Kebetulan pula, setelah sholat Subuh, ada seorang Ustadz dari Makassar yang memberikan tausiah, kami berdua pun menyimak kajian bertemakan Faraidh (Waris) itu sampai pukul 06.00 WIT. Sampai saat itupun saya tak mendapat firasat apapun. Kemudian saya pulang dengan Margaret, setelah tukeran dengan teman saya waktu di masjid tadi.

Kejutan besar itu saya dapatkan saat saya pulang dari masjid. Melihat pintu rumah sudah menganga dan lampu depan sudah padam adalah pemandangan yang bermakna buruk. Apalagi gagang pintu tampak dijebol dengan paksa. Besinya lepas dan jatuh di lantai. Saya dorong pintu agar bisa masuk, tampak TV LED merk Samsung yang ada di ruang tamu sudah tidak ada di tempatnya. Sementara beberapa sepatupun sudah ada di dalam tas hijau di depan pintu. Saya mencoba tenang, sambil berjalan menuju kamar. Sadis.... pintu kamarpun dijebol sama persis dengan cara menjebol pintu depan. Pikiran saya lalu tertuju pada HP Samsung Galaxy Gio yang sedang di cas, Laptop ASUS Putih Intel i5 dan Netbook Acer Aspire d250 di meja, dan dompet cokelat berisi uang sekitar 500 ribu lengkap dengan dua SIM, KTP, NPWP, dua ATM, dan kartu ASKES. Semuanya trada (tidak ada). Ya Allah....

Semua harta sejatinya adalah milik-Nya, jika Ia minta suatu saat kita harus siap. Hanya bisa bersabar menjalani takdir-Nya. Beginilah Wamena, pencurian tak main-main, baik saat orangnya tidur maupun saat pergi. Baik malam maupun siang. Ini bukan pertama kali terjadi untuk pegawai KPPN, di kompleks rumah dinas. Sudah beberapa kali. Tahun ini, kami mengajukan SKPA ke Kantor Pusat agar bisa membangun pagar permanen mengelilingi rumah dinas, karena memang pagar yang ada sekarang masih belum permanen, hanya kawat berduri dan gerbang pendek yang bisa dilompati. Agar kejadian yang menimpa saya subuh tadi adalah yang terakhir kalinya menimpa kami, para pegawai KPPN Wamena.