Jangan salah pilih!

sumber: kaskus.co.id
Pemilu sebentar lagi,
Hanya ingin berbagi tips memilih. Semoga bermanfaat.

10 TIPS MEMILIH CALEG DARI ASAL PARTAINYA (tidak berlaku bagi anda keluarga caleg, hehe)

1. Pilih partai yang kader/simpatisannya selalu peduli masyarakat, bukan hanya pada masa kampanye, bukan hanya di Jawa, tetapi sampai pelosok negeri

2. Pilih partai yang secara nyata terbukti paling sedikit anggota legislatif/eksekutifnya yang kena kasus korupsi. Partai yang baik itu punya nilai-nilai, partai yang baik itu punya aturan ketat dalam kaderisasi

3. Pilih partai yang calegnya mungkin tidak populer, tetapi sudah menunjukkan profesionalitasnya, dan tingkat pendidikannya pun rata-rata tinggi lah. Ingat, niat untuk mensejahterakan rakyat saja tidak cukup, perlu keahlian dan profesionalitas

4. Pilih partai yang calegnya dan petinggi partai sebagian besar adalah anak muda potensial, pelajari dari rekam jejaknya sewaktu di kampus sampai berkarir. Dalam hal ini regenerasi partai berjalan dengan baik. Dalam hal ini pula, pragmatisasi terbilang rendah.

5. Pilih partai yang selalu mengutamakan ditaatinya peraturan dalam berkampanye, semakin banyak pelanggaran, logikanya semakin sering melanggar, semakin mudah dia menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan saat menjabat.

6. Pilih partai yang disetiap aktifitas kampanye selama beberapa hari ini mengutamakan kebersihan di jalan raya, ketertiban umum sampai-sampai polisi pun bisa ngobrol dengan temannya, yang tidak mengumbar keseksian para biduanita, yang tidak memaku pepohonan, yang kreatif menyampaikan pesan, dsb. Artinya, di partai itu punya nilai-nilai baik untuk dipilih. Oiya, jika kampanyenya dengan membersihkan jalan, teliti apakah itu sudah dilakukan dia dan partainya selama ini?

7. Hindari memilih memilih partai/caleg hanya dari figur yang diusung jadi presiden. Urusan syarat untuk mengusung presiden itu urusan mereka (partai) bukan kita. Lagipula, oleh MK juga aturan ini juga salah kaprah. Sayangnya, kita bisa memilih caleg dan presiden bersamaan baru di tahun 2019. Legislatif dan eksekutif itu beda. Legislatif yang lebih dominan bikin kebijakan. Jadi, pilih yang sudah terbukti membawa kepentingan rakyat, bukan hanya lipsink di media. Pemimpin partai itu bisa jadi orang baik, tapi kalau visi, misi, dan nilai-nilai yang ia miliki tidak ditularkan dalam organisasi/partai, bisa jadi di pelosok negeri ada orang yang bertentangan dengan mudahnya didukung partai tersebut.

8. Jangan tertipu oleh media massa khususnya televisi dan di dunia maya. Terlalu banyak buzzer-buzzer alias orang bayaran dari partai agar tiap hari membuat dan mengkomentari postingan yang isinya mengusung partai itu, menonjolkan figur presidennya, tetapi menghujat partai lain habis-habisan. Perang dukungan di media sosial juga sudah makin membuat kita bingung. Simak berita dari media yang bersikap netral yang mengedepankan kelebihan dan kekurangan masing-masing partai. Tapi sayangnya, sulit kita menemukan itu.

9. Kader atau simpatisan partai mungkin sekali bertebaran di lingkungan kita. Tengoklah kepribadiannya, cara berpikirnya, dan perilakunya. Seandainya dia orang terpelajar, cerdas, baik, soleh, jujur, cinta Indonesia dan suamiable/istriable bagi anda apalagi banyak simpatisan/kader yang seperti itu, otomatis itu ciri partainya baik. Orang-orang baik selalu berkumpul/berteman dengan orang yang baik bukan. Kemudian pastikan pada mereka saat mereka berkampanye, apakah atas keinginan sendiri atau dibayar.

10. Ketika partai banyak haters dan lovers itu yang justru harus jadi perhatian. Tahu kan kalau kebaikan dan keburukan tidak pernah bercampur? Kira-kira teman anda yang baik seperti pada poin 9 menjadi lovers apa haters?

Barangkali kriteria di atas terlalu muluk-muluk ya, tapi... masak sih tidak ada satupun yang baik. Jikalau tidak ketemu, cari yang palling minim keburukannya. 5 menit untuk 5 tahun itu bukan cuma omong kosong. Nasib bangsa beberapa tahun ke depan dipimpin oleh orang-orang di Jakarta sana. Jika memang tidak ingin memilih DPRD I & II, atau DPD karena tidak kenal, pilihlah salah satu dari kertas pilih DPR RI, toh jika tidak kenal anda bisa memilih partainya sesuai tips di atas.

Jika tidak terdaftar di DPT, cukup pakai KTP, SIM, atau paspor bisa mendaftar sebagai DPT Tambahan. Datang pagi-pagi untuk melapor, dan datang jam 12 untuk mencoblos. Awas, kertas suara yang tidak terpakai bisa jadi menjadi sebab kecurangan pemilu. Ketidakdatangan anda juga menyebabkan negara rugi biaya pembuatan kertas suara 4 lembar. Lebih baik mencoblos daripada tidak. Entah itu sah ataupun tidak. Tapi pikir ulang deh untuk acuh dan membuang suara anda....