08/01/12

Positive!!


“Lagi galau nih…”

Ya, kata galau rasanya sudah begitu booming di kalangan remaja, entah itu diungkapkan secara tersirat maupun tersurat. Galau menurut saya adalah kondisi ketika kita merasa resah dan gelisah ketika menemui suatu masalah, berakibat bimbang mengambil keputusan, dan berujung pada putus asa. Kondisi galau tentu juga pernah saya rasakan, ingin sekali mencurahkan perasaan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan seolah-olah ingin seluruh penjuru dunia mengetahuinya. Namun, layakkah kita begitu mudah menyerah pada keadaan?

Mari kita tengok tetangga kita, teman-teman kita, maupun sosok di media yang menampilkan semangat luar biasa meski dengan keterbatasan-keterbatasan yang mereka punya. Ada seorang tuna rungu yang mengilhami ribuan manusia dengan kefasihannya dalam bertutur kata dan memberi motivasi, seorang ibu tua berjuang keras memecahkan batu untuk sekadar mengepulkan asap di dapurnya, juga lihatlah ratusan atlet Asean Paragames yang mampu memaksimalkan potensi tersisa yang mereka miliki. Lalu, mengapa mereka begitu mampu mengendalikan dirinya untuk tidak larut dalam kesedihan tetapi justru bangkit untuk meraih kejayaan?
Usut punya usut, ternyata ada hal yang perlu kita latih yang bisa menyelamatkan kita dari keterpurukan, yakni memiliki kepribadian positif. Dengannya setiap orang bisa melihat beban menjadi tantangan dan batu sandungan menjadi batu lompatan. Dengannya berapapun masalah tidak membuatnya menyerah dan yang dipikirkan hanyalah sebuah kemenangan.

Menurut buku Terapi Berpikir Positif yang ditulis oleh Dr. Ibrahim Elfiky, ada sepuluh sifat utama yang menjadi ciri khas kepribadian positif. Sifat ini akan membantu kita mewujudkan cita-cita, serta memberikan kebahagiaan, ketenangan, dan ketentraman jiwa.
 
1)    Beriman, memohon bantuan, dan tawakkal pada Allah
“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka tawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang tawakkal kepada-Nya” (Ali imran: 159)
Mintalah pada-Nya untuk memberikan kekuatan kepada kita ketika sedang diberi ujian. Karena Ia Maha Perkasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang. Mari menjadi orang yang selalu bertawakkal kepada-Nya sepanjang waktu, sepanjang hidup. Lari kepada Allah dulu sebelum bercerita pada orang lain. Maka dari itu ketika kita galau maka ingatlah Allah, karena GALAU = God, Always Listening, Always Understanding

2)    Nilai-nilai luhur
Kepribadian yang sukses memiliki ciri jujur, amanah, menepati janji, menyukai kebaikan, murah hati, tidak anarkis, dan meneladani akhlak Rasulullah dan orang-orang saleh. Bagaimanapun situasi dan kondisinya, ia akan selalu menjauh dari perilaku negatif, seperti berbohong, memfitnah, menggunjing, dsb.

3)    Cara pandang yang jelas
Pribadi yang sukses tahu betul apa yang diinginkan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Tujuan yang jelas menyebabkan ia sadar apa yang harus ia lakukan dan bagaimana merencanakan aktifitasnya.

4)    Keyakinan dan proyeksi positif
Ia menyadari sepenuhnya bahwa segala sesuatu yang diyakini dan diproyeksikan mewujud sesuai dengan keyakinan dan proyeksi itu. Prof. Johannes Surya menyebutnya dengan Mestakung (Semesta Mendukung), dan sebagian besar motivator menyebutnya LoA (Law of Atraction), tetapi sebenarnya keyakinan dan proyeksi ini terkait erat dengan iman kepada Allah dan dengan pengetahuan bahwa Allah tak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.

5)    Selalu mencari jalan keluar dari berbagai masalah
Pribadi yang sukses berfokus dan berkonsentrasi pada sesuatu yang diinginkan, ia mampu mengesampingkan hal-hal lain dan juga bagaimanapun pendapat-pendapat orang yang bisa mengganggunya. Ia hadapi segala sesuatu dengan santai kemudian dilihat dengan kacamata positif.

6)    Belajar dari masalah dan kesulitan
Pribadi positif tidak hanya fokus pada pemecahan masalah, tetapi juga pada hikmah/pelajaran yang bisa ia ambil. Dengan demikian ia bisa mengolah masalah menjadi keahlian, keterampilan, dan pengalaman yang dapat diandalkan di masa depan. Ada pepatah bijak, “anda boleh gagal, tetapi jangan gagal mengambil pelajaran”.

7)    Tidak membiarkan masalah dan kesulitan mempengaruhi hidupnya
Ada tujuh aspek kehidupan utama, yaitu spiritualitas, kesehatan, individual, keluarga, sosial, karier, dan finansial. Ketika menghadapi masalah dalam aspek karir, pribadi positif tidak akan membiarkan masalah tersebut berdampak di aspek-aspek lainnya. Ia sikapi segalanya dengan wajar dan tidak berlebihan. Berapa banyak orang yang justru bersyukur dia menderita sakit, karena ternyata hubungannya dengan istri dan anak-anak menjadi baik kembali, berapa banyak yang justru bersyukur di PHK dari kantornya, atau di DO dari kampusnya, karena ternyata ia sekarang mampu menjadi jutawan muda dengan usaha kulinernya.

8)    Percaya diri, menyukai perubahan, dan berani menghadapi tantangan
Satu kata bijak dari Immanuel Kant yang selalu disampaikan guru Kewarganegaraan saya di setiap pertemuan, “Dunia selalu berubah, hanya satu yang tidak pernah berubah, yakni perubahan itu sendiri”. Manusia boleh merencanakan, tapi Allah lah yang berkehendak, maka pribadi positif selalu mengevaluasi tujuan dan rencana hidupnya dan selalu instrospeksi untuk menemukan dan kemudian memperbaiki kesalahannya.

9)    Hidup dengan cita-cita, perjuangan, dan kesabaran
Dulu waktu kecil kita bercita-cita menjadi astronot, direktur, pilot, dokter, presiden dan profesi-profesi tinggi lainnya. Seiring waktu pun kita semakin sadar bahwa mencapai tujuan itu tidak mudah, hingga kita pun berhenti bercita-cita. Padahal, bukankah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama Ia menghendaki? Semua kembali pada diri kita, jika kita punya tekad yang besar, maka itu sudah menjadi modal utama untuk terus berjuang menuju kesuksesan. Dengan keimanan yang tinggi dan tawakkal kepada-Nya, tujuan itu akan semakin mudah.

10)  Pandai bergaul dan suka membantu orang lain
Pribadi yang sukses suka bergaul dengan siapa saja dan dekat di hati siapa saja. Ia seakan selalu menjadi obor yang terus menyala mengilhami dan menginspirasi orang-orang di sekelilingnya. Tangannya selalu terulur membantu siapa saja, bantuan harta waktu, atau pelajaran. Karena ia sadar bahwa orang bisa mati, tapi gagasan dan pikirannya bisa tetap hidup dan membantu orang lain.

Sudah barang tentu, masih banyak sifat-sifat lain yang dimiliki oleh orang dengan kepribadian positif. Setiap kita punya kesempatan untuk memilih sifat-sifat lain selain di atas yang tentunya bisa mendukung kita mengatasi kegalauan dan menuju kesuksesan. Karena bagaimanapun kita berpikir tentang diri kita, sebenarnya kita lebih hebat dari itu.

Salam Positif!!
Wamena, 07012012