06/04/14

Jangan salah pilih!

sumber: kaskus.co.id
Pemilu sebentar lagi,
Hanya ingin berbagi tips memilih. Semoga bermanfaat.

10 TIPS MEMILIH CALEG DARI ASAL PARTAINYA (tidak berlaku bagi anda keluarga caleg, hehe)

1. Pilih partai yang kader/simpatisannya selalu peduli masyarakat, bukan hanya pada masa kampanye, bukan hanya di Jawa, tetapi sampai pelosok negeri

2. Pilih partai yang secara nyata terbukti paling sedikit anggota legislatif/eksekutifnya yang kena kasus korupsi. Partai yang baik itu punya nilai-nilai, partai yang baik itu punya aturan ketat dalam kaderisasi

3. Pilih partai yang calegnya mungkin tidak populer, tetapi sudah menunjukkan profesionalitasnya, dan tingkat pendidikannya pun rata-rata tinggi lah. Ingat, niat untuk mensejahterakan rakyat saja tidak cukup, perlu keahlian dan profesionalitas

4. Pilih partai yang calegnya dan petinggi partai sebagian besar adalah anak muda potensial, pelajari dari rekam jejaknya sewaktu di kampus sampai berkarir. Dalam hal ini regenerasi partai berjalan dengan baik. Dalam hal ini pula, pragmatisasi terbilang rendah.

5. Pilih partai yang selalu mengutamakan ditaatinya peraturan dalam berkampanye, semakin banyak pelanggaran, logikanya semakin sering melanggar, semakin mudah dia menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan saat menjabat.

6. Pilih partai yang disetiap aktifitas kampanye selama beberapa hari ini mengutamakan kebersihan di jalan raya, ketertiban umum sampai-sampai polisi pun bisa ngobrol dengan temannya, yang tidak mengumbar keseksian para biduanita, yang tidak memaku pepohonan, yang kreatif menyampaikan pesan, dsb. Artinya, di partai itu punya nilai-nilai baik untuk dipilih. Oiya, jika kampanyenya dengan membersihkan jalan, teliti apakah itu sudah dilakukan dia dan partainya selama ini?

7. Hindari memilih memilih partai/caleg hanya dari figur yang diusung jadi presiden. Urusan syarat untuk mengusung presiden itu urusan mereka (partai) bukan kita. Lagipula, oleh MK juga aturan ini juga salah kaprah. Sayangnya, kita bisa memilih caleg dan presiden bersamaan baru di tahun 2019. Legislatif dan eksekutif itu beda. Legislatif yang lebih dominan bikin kebijakan. Jadi, pilih yang sudah terbukti membawa kepentingan rakyat, bukan hanya lipsink di media. Pemimpin partai itu bisa jadi orang baik, tapi kalau visi, misi, dan nilai-nilai yang ia miliki tidak ditularkan dalam organisasi/partai, bisa jadi di pelosok negeri ada orang yang bertentangan dengan mudahnya didukung partai tersebut.

8. Jangan tertipu oleh media massa khususnya televisi dan di dunia maya. Terlalu banyak buzzer-buzzer alias orang bayaran dari partai agar tiap hari membuat dan mengkomentari postingan yang isinya mengusung partai itu, menonjolkan figur presidennya, tetapi menghujat partai lain habis-habisan. Perang dukungan di media sosial juga sudah makin membuat kita bingung. Simak berita dari media yang bersikap netral yang mengedepankan kelebihan dan kekurangan masing-masing partai. Tapi sayangnya, sulit kita menemukan itu.

9. Kader atau simpatisan partai mungkin sekali bertebaran di lingkungan kita. Tengoklah kepribadiannya, cara berpikirnya, dan perilakunya. Seandainya dia orang terpelajar, cerdas, baik, soleh, jujur, cinta Indonesia dan suamiable/istriable bagi anda apalagi banyak simpatisan/kader yang seperti itu, otomatis itu ciri partainya baik. Orang-orang baik selalu berkumpul/berteman dengan orang yang baik bukan. Kemudian pastikan pada mereka saat mereka berkampanye, apakah atas keinginan sendiri atau dibayar.

10. Ketika partai banyak haters dan lovers itu yang justru harus jadi perhatian. Tahu kan kalau kebaikan dan keburukan tidak pernah bercampur? Kira-kira teman anda yang baik seperti pada poin 9 menjadi lovers apa haters?

Barangkali kriteria di atas terlalu muluk-muluk ya, tapi... masak sih tidak ada satupun yang baik. Jikalau tidak ketemu, cari yang palling minim keburukannya. 5 menit untuk 5 tahun itu bukan cuma omong kosong. Nasib bangsa beberapa tahun ke depan dipimpin oleh orang-orang di Jakarta sana. Jika memang tidak ingin memilih DPRD I & II, atau DPD karena tidak kenal, pilihlah salah satu dari kertas pilih DPR RI, toh jika tidak kenal anda bisa memilih partainya sesuai tips di atas.

Jika tidak terdaftar di DPT, cukup pakai KTP, SIM, atau paspor bisa mendaftar sebagai DPT Tambahan. Datang pagi-pagi untuk melapor, dan datang jam 12 untuk mencoblos. Awas, kertas suara yang tidak terpakai bisa jadi menjadi sebab kecurangan pemilu. Ketidakdatangan anda juga menyebabkan negara rugi biaya pembuatan kertas suara 4 lembar. Lebih baik mencoblos daripada tidak. Entah itu sah ataupun tidak. Tapi pikir ulang deh untuk acuh dan membuang suara anda....

01/04/14

Islam, Begitu Lengkap Begitu Detil


Hidup di dunia seperti yang kita jalani saat ini, sejak kita dilahirkan dari rahim ibu-ibu kita, kemudian memasuki masa-masa bermain dan belajar, sampai kita mengenal kewajiban-kewajiban sebagai orang dewasa, bukanlah tanpa tujuan. Agama (apapun agamanya) mengajarkan kepada manusia bahwa hidup di planet bumi hanyalah sementara, akan datang masanya planet bumi dan isinya beserta jagad raya yang tak terbatas ini musnah, lalu digantikan dengan negeri akhir zaman atau akhirat yang kekal abadi. Agama memberikan pengharapan bagi manusia, bahwa perihnya hidup saat ini hanya sementara begitu juga dengan senangnya, selama manusia teguh menjalankan ajaran agama, Tuhan menjanjikan balasan yang lebih baik di akhirat nanti yang sering disebut dengan surga atau nirwana. Konsep hidup yang seperti itu sayangnya tak dimiliki oleh orang-orang atheis dengan berbagai macam alirannya (materialis, komunis, dll). Mereka terjebak dengan apa yang mampu ditangkap oleh indera dan menafikan yang tidak mampu ditangkap. Hingga banyak diantara mereka yang sudah tidak tahan dengan kehidupan dan tak tahu lagi arah hidup ini memilih mengakhiri hidupnya a.k.a bunuh diri.

Sebagai orang yang telah memeluk agama Islam sejak kecil alias Islam keturunan, saya merasa agama ini merupakan satu-satunya yang benar. Begitu pun dengan teman-teman saya yang memeluk agama lain menganggap agama yang dipeluknyalah yang paling benar. Fine!. Saya tidak ada masalah dengan keyakinan yang berbeda itu. Toh agama yang saya anut ini tak memberikan paksaan dalam beragama. Namun ijinkanlah saya kali ini untuk sedikit membagi nilai-nilai luhur dalam agama ini yang membuat saya makin mencintainya, menggenggam erat dan memeluknya hingga nyawa terenggut dari badan dan nafas terhenti di tenggorokan. Nilai-nilai dari beberapa aspek kehidupan, yaitu HAM, Pendidikan, Ekonomi, Sosial, dan Politik menjadikan Islam bukan saja agama ritual, tetapi agama yang komperhensif dan dapat diaplikasikan dan menjadi lifestyle pada kehidupan umatnya. Namun sebelumnya, saya ingin sedikit mengenalkan Tuhan dan Rasul kami.

Islam mengakui adanya Tuhan yang Satu (Esa) yang disebut Allah. Dialah pencipta manusia, langit dan bumi, dan segala yang ada diantara keduanya. Allah Maha Perkasa, Allah Maha Besar, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan Dialah Rajanya para Raja. Tak ada yang mampu menyamai-Nya atau serupa dengan-Nya. Allah lah tujuan beribadah kaum muslimin, saat ibadah tak ditujukan pada-Nya gugurlah amalan itu layaknya butiran gabah yang kosong tak bernilai sama sekali. Lalu, bagaimana cara beribadah kepada Allah? adalah dengan mencontoh / berittiba’ pada apa yang disampaikan oleh Rasul/utusan-Nya Muhammad Sallallahu alaihi wasallam. Beliaulah utusan terakhir Tuhan di bumi ini, yang membawa ajaran untuk seluruh manusia dari zaman itu sampai akhir zaman, dan dari belahan bumi utara dan selatan. Ajaran yang beliau bawa membenarkan dan menyempurnakan apa yang disampaikan oleh utusan sebelumnya seperti Ibrahim (Abraham), Yusuf (Joseph), Musa (Moses), dan Isa (Jesus). Periwayatan Al Quran (Firman Allah) dan Hadits (perkataan dan perilaku Muhammad Sallallahu alaihi Wasallam) yang dijaga kemurniannya dan disampaikan dengan hati-hati oleh para sahabat dan penerusnya menjadikan Islam bisa kita nikmati sampai saat ini.

1.      HAM
Manusia memiliki beberapa hak asasi, diantaranya hak untuk hidup dan hak untuk memeluk agama. Alhamdulillah, Islam menjamin itu semua. Mengakhiri hidup orang lain sungguh merupakan perbuatan tercela/haram dalam Islam, alangkah besar dosanya. Islam menjaga penuh hidup manusia, yaitu bagi siapa saja yang memeluk Islam dan memeluk agama lain tapi tidak menyerang Islam (terlindungi). Hukuman tinggi dibebankan bagi pelaku pembunuhan di dunia. Jika hakim memutuskan seseorang terbukti membunuh, maka dia harus diqishash atau dihukum mati, kecuali keluarga yang terbunuh memaafkan perbuatan pembunuh dengan mewajibkan diyat (tebusan) atau tidak sama sekali. Apa yang digariskan oleh Allah tentu paling tepat bagi manusia. Manusia hanya dapat mengambil hikmah, yakni terlindunginya manusia dari ancaman pembunuhan. Mengakhiri diri sendiri juga demikian, dosa yang berat dibebankan bagi pelakunya. Bahkan menyakiti diri sendiri juga dimurkai Allah. Islam tidak memaksakan manusia untuk memeluk Islam. Dalam Al Quran Allah berfirman bahwa tidak ada paksaan dalam beragama. Para pendakwah Islam tidak pernah menggunakan cara-cara yang biasanya dilakukan pendakwah dari agama lain, seperti memberikan bantuan dengan syarat yang diberi bantuan harus pindah agama, menikahi umat lain dengan syarat yang dinikahi harus masuk Islam, dsb. Masuknya seseorang dalam Islam adalah karena hidayah/petunjuk langsung dari Allah. Jadi, tugas pendakwah adalah menyampaikan keindahan Islam, adapun masuknya seseorang kedalam Islam mutlak kuasa Allah. Sebagai muslim kita pun dilarang mengejek sesembahan umat lain dan tetap berbuat baik kepada mereka selama mereka tidak memusuhi kita.

2.      Pendidikan
Islam tak membatasi manusia untuk belajar. Manusia sebagai khalifah /pemimpin seluruh makhluk di bumi ini diperkenankan untuk menelusuri, menggali, meneliti, dan mengembangkan teori-teori apa saja. Terbukti, di saat zaman kegelapan meliputi barat, ketika pengetahuan saat itu terbelenggu ajaran gereja, ilmuwan-ilmuwan Islam di Timur Tengah seperti Avicena (Ibnu Sina), Averos (Ibnu Rusyd), dan Aljabar sedang asyiknya menemukan dan mengembangkan keilmuan di bidang-bidang yang mereka tekuni. Begitu besar dukungan Islam pada ilmu, sampai-sampai Allah sendiri menegaskan dalam firman-Nya bahwa orang yang mempunyai ilmu memiliki derajat yang lebih tinggi daripada yang tidak. Rasulullah juga menyampaikan bahwa orang yang melangkah  ke majelis ilmu akan dilapangkan jalannya menuju Surga. Bahkan, mencari ilmu lebih utama daripada melaksanakan sholat sunnah. Namun, Islam memberikan peringatan, bahwa akal yang berkelimpahan ilmu, jangan sampai membuat manusia itu lupa akan Tuhannya sehingga seakan-akan menuhankan akal. Allah dalam Al-Quran juga mencibir manusia-manusia yang menuhankan akal/nafsunya. Iman kepada Allah harus tetap lebih diutamakan daripada logika/akalnya. Seharusnya ilmu yang dipelajarinya membuat ia makin beriman kepada Allah, Sang Maha Ilmu.

3.      Ekonomi
Permasalahan ekonomi dewasa ini, tentunya bukan disebabkan oleh kelangkaan, tetapi karena distribusi sumber daya/kekayaan yang tidak merata. Tak perlu jauh-jauh, tengok saja Indonesia. Beberapa orang memiliki kekayaan mencapai miliaran bahkan trilyunan dengan seluruh asetnya. Namun, masih ada di pelosok negeri, penduduk yang sehari hanya makan sekali, atau masih memakan nasi aking. Padahal, negeri ini kurang kaya apa. Tongkat kayu pun jadi tanaman. Hingga beberapa bangsa pun tertarik menjajah negeri ini. Allah memberikan manual yang terbaik bagi ekonomi makhluk-Nya. Zakat, sedekah, qurban, infaq dan berbagai instrument berlimpah pahala lainnya menjadikan orang miskin tidak semakin merana karena ada saudaranya yang kaya membagi rejekinya. Jangan lupakan dengan puasa, yang melatih manusia untuk bersimpati pada saudara-saudaranya yang kesulitan memenuhi kebutuhannya. Pedagang dan pengusaha dilarang membohongi pelanggannya. Bahkan Rasul yang pernah menjadi pedagang yang sukses karena membawa akhlak Islami saat menjajakan dagangan. Allah juga melarang keras riba/bunga yang menjadikan si kaya bertambah kaya, dan miskin bertambah miskin. Sistem Ekonomi Islam atau lebih dikenal dengan Ekonomi Syariah dewasa ini pun mulai diminati oleh perbankan, bahkan hingga Eropa karena terbukti lebih stabil dan menghasilkan profit daripada sistem bunga.

4.      Sosial
Dalam aspek sosial, Islam juga memberikan kenyamanan pada manusia dan khususnya untuk pemeluknya selain adanya perintah pendistribusian kekayaan seperti yang telah disebut di atas. Mulai dari perintah solat berjamaah, ketika kaki dan pundak saling menempel saat beribadah sehingga mewujudkan kesatuan batin, ketika jamaah menunjuk salah satu imam yang bermakna kesatuan muslimin memilih pemimpin dan patuh padanya, dan ketika salam diucapkan sebagai penutup penanda doa pada saudara seaqidah. Sungguh menyiratkan berbagai makna persaudaraan. Terlebih secara khusus Rasulullah juga menyampaikan hak dan kewajiban sesama muslim, seperti memenuhi undangannya, menjenguk yang sakit, memberi hadiah, sampai menyolati dan mengantarkan saudara kita menuju pembaringan terakhirnya. Sungguh alangkah nikmat dan indahnya Islam. Pun ketika kita datang di suatu daerah dan kita merasa asing karena berbeda ras, suku, dan bangsa dengan mereka. Maka ketika kita datang ke masjidnya, sadarilah bahwa seluruh muslimin adalah saudara dan di mata Allah orang tidak dipandang asalnya, hartanya, sukunya, dan atribut yang lain melainkan hanya ketaqwaannya. Tentu membuat hati kita semakin tenang. Jangan lupakan juga penjagaan Islam pada wanita melalui perintah hijab. Adanya penutup aurat ini menyebabkan kaum hawa tidak dinilai oleh sosial karena keindahan tubuh dan mukanya, melainkan sesuatu yang lebih bernilai yakni perilaku dan pemikirannya. Lembaga pernikahan yang menyatukan dua insan beda jenis juga dijunjung tinggi karena tindakan zina dan segala tindakan yang mendekatinya diharamkan. Bayangkan saja, ketika salah satu penyebab kerusakan moral ini mampu dihindari oleh seluruh muslimin di Indonesia, tentunya lingkungan sosial akan mendorong terciptanya masyarakat yang makin beradab.

5.      Politik
Dalam perpolitikan, memang ada khilafiyah / perbedaan pendapat dari kalangan umat, terutama dalam proses memilih pemimpin seperti boleh tidaknya memilih pemimpin melalui demokrasi (satu orang satu suara). Namun, para ulama tidak ada yang berbeda pendapat bahwa orang muslim tidak boleh menjadikan orang non muslim sebagai pemimpinnya. Pasti ada hikmah tersendiri dibalik perintah itu, dan tentunya baik bagi umat muslim. Dalam sejarah Islam yang dilakoni oleh para sahabat waktu itu, menjadi pemimpin adalah sebuah amanah yang begitu berat, hal ini karena pemahaman mereka akan Islam bahwa amanah akan dipertanggungjawabkan bukan hanya di hadapan manusia entah itu atasan atau rakyat, tetapi juga di akhirat. Sebagai pemimpin perang, Rasulullah juga biasa mendatangi pasar dan memberi makan seorang nenek yang sering mencacinya dan berbeda keyakinan dengannya. Khalifah Umar Radiyallahuanhu sebagai salah satu khalifah penerus bahkan memarahi anaknya karena menitipkan gembalaannya pada masyarakat, khawatir jika masyarakat melebihkan makanan untuk ternak anaknya karena tahu bahwa dia anak sang khalifah. Masya Allah.

Tak terasa, kata demi kata, kalimat demi kalimat mengalir begitu saja hingga mencapai sebanyak ini. Sungguh Islam begitu indah bagi saya karena ajarannya yang begitu lengkap dan menyeluruh menjadikan manusia mencapai tujuan penciptaan hidup di muka bumi, khalifah. Ini semua membuat saya tidak dapat memilih salah satu apa yang paling mengesankan. Semuanya mempesona. Memang, inilah agama yang menjadikan setiap pemeluknya yang teguh mengamalkan ajarannya terlihat berbeda tetapi lebih unggul dari yang lain. Ketika zaman sudah menjadi edan, maka yang paling ‘aneh’ adalah orang Islam yang beriman. Akhirnya, syukur Alhamdulillah pada-Nya atas Islam yang telah mendarah daging ini. Semoga Allah menjaga kita dalam din ini sampai akhir hayat. Amin.

NB: “Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway I Love Islam

 

27/01/14

Aku dan Sepakbola


Il Diavolo Rosso | t2.gstatic.com
Mengenali sepakbola, apalagi cukup fanatik pada sebuah klub tentu tak pernah kubayangkan sebelumnya. Aku mengenal serba-serbi tentang olahraga ini baru sejak musim 2003-2004. Saat itu umurku baru 13 tahun, baru mengenyam pendidikan di kelas dua SMA. Semua berawal dari cerita kakakku. Berbeda denganku, dia sekolah bukan di Demak, melainkan di Cirebon. Pada suatu momen dia pulang mudik ke Demak, dia bercerita banyak tentang bola. Apalagi kami masih tidur seranjang, dia selalu bercerita tentang kehebatan dari para pemain yang berlaga di piala dunia 2002 dan klubnya masing-masing. Hal itu ia lakukan hampir setiap kali mau tidur. Saat itulah secara sengaja dia juga bercerita tentang AC Milan.
Cerita berlanjut ketika aku menyaksikan langsung pertandingan bola Liga Italia pertama kali. Aku lupa lawan Milan waktu itu, yang jelas Milan mampu mendominasi pertandingan dan bermain sangat baik. Mulai dari situlah, selera kakak sudah mempengaruhiku. Ternyata Milan layak didukung. Hehe. Bukan hanya Milan, dia juga mengenalkan MU yang saat itu begitu tenar dengan Beckhamnya. Jadilah aku secara tidak langsung menjadi seorang fans Milan dan MU.

Juara Champion League musim 2002/2003 | http://stat.ks.kidsklik.com
Mendukung Milan menjadi sangat menyenangkan pada musim itu. Di kelas, ternyata bola bisa jadi bahan perbincangan. Klise memang, membicarakan sesuatu yang sudah terjadi, mendiskusikannya, bahkan sampai-sampai ada yang bertaruh karenanya. Namun, mungkin inilah letak kehebatan sepakbola. Ia mampu ‘menyatukan’ orang-orang di seluruh dunia. Temen sebangkuku juga ternyata fans Milan pula, namanya Aris. Sedangkan yang menjadi teman beradu mulut kami adalah Wahyudi dan Nizar yang merupakan Juventini. Hebatnya, Milan dan Juve bertemu dalam Final Liga Champion musim itu, dan Milan akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Juve melalui adu pinalti. Beberapa hari sebelumnya, Milan juga berhasil menggondol Piala Copa Italia setelah mengalahkan AS Roma di Final. Prestasi Milan berlanjut di musim selanjutnya. Il Rossoneri melakukan pembelian hebat dengan mendatangkan Kaka dari Sao Paolo. Milan akhirnya mampu merengkuh gelar Serie-A. Tiga gelar di dua musim awal aku mengenal Milan, dan membuat aku semakin bangga menjadi Milanisti.

Il Tsar She7a | t3.gstatic.com
Saat itu aku kenal Milan sebagai tim raksasa Italia. Ball possession menjadi ciri khasnya, lewat kombinasi bola-bola panjang dan pendek. Era itu dibangun oleh pelatih berkebangsaan Italia, Carlo Ancelotti. Pemain inti saat itu dari belakang ke depan aku ingat betul, mereka adalah Dida, Nesta, Maldini, Cafu, Serginho, Pirlo, Gattuso, Seedorf, Kaka, Shevcenko (Sheva), dan Inzaghi. Sedangkan untuk para pemain cadangan yang aku ingat adalah Ambrossini, Abbiati, Helveg, Costacurta, Boriello, Tomasson, Kaladze, Rui Costa, Rivaldo, dan Brocchi. Aku mengidolakan Sheva waktu itu. Ia striker dari Ukraina, dribblingnya bagus, mau merebut bola, badannya atletis, insting mencetak golnya tinggi, sepakannya keras terukur, sundulannya juga menggelegar. Pantas jika ia dijuluki I Tsar (Sang Kaisar) waktu itu. Bersama Inzaghi mereka bahu membahu membobol gawang lawan, hingga menjadi duet striker paling ditakuti masa itu.

Inzaghi berbeda dengan Sheva, dia pemain yang kurus dan suka diving. Selain terkenal dari tingkahnya berpura-pura jatuh di kotak penalti, Inzaghi juga terkenal sebagai raja offside. Sepertinya dia selalu ingin mengalahkan jebakan offside dari bek lawan. Yang paling membuatku sulit melupakannya adalah penempatan posisinya yang sungguh cemerlang. Tahu-tahu ada peluang, dia berada di posisi yang tepat. Enggak ada kontribusi sepanjang pertandingan, tahu-tahu membobol gawang. Sebagian besar gol Pippo (sapaan akrabnya) sepertinya bukan dikategorikan sebagai gol cantik, kalau gol beruntung mungkin. Haha. Yang aku herankan, faktor luck­-nya sepertinya besar. Dapat peluang sekali atau dua kali, tetapi langsung bisa dikonversi jadi gol. Apalagi ia sering menjadi penyelamat di pertandingan-pertandingan krusial. Seperti saat mengalahkan Ajax di second­-leg perempat final Liga Champion juga saat mempecundangi Juventus lewat sebuah gol yang masuk melalui kolong kaki Buffon di Liga Italia. Ia pemain yang selebrasi golnya meledak-ledak. Kadang dia memeluk pelatih, tetapi lebih sering berlari-larian menuju tribun penonton sambil berteriak-teriak. Haha. You’re so special Pippo

26/01/14

Ku tak sendiri lagi


Minggu pagi, 3 November 2013 atau 28 Dzulhijjah 1423H, di sebuah masjid kecil bernama Al Huda, kalimat ‘sakral’ itu akhirnya kuucapkan. Disaksikan oleh orang tua, kakak, adik, dan seluruh kerabatku, serta tidak kurang dari 70 pasang mata di tempat yang mulia itu, tanganku dengan mantap menggenggam tangan calon mertuaku, dan mengucapkan lafal qabul dengan tegas sebagai penanda ikatan suci pernikahan diriku dan anaknya. “Saya terima nikah dan kawinnya Galih Lukito Sari binti Paiman, dengan maskawin uang sebesar tiga juta seratus sebelas ribu tiga ratus rupiah dan emas tiga koma sebelas gram dibayar tunai”. Beberapa saat kemudian, kedua saksi berujar “SAH” dan disambut dengan doa dari penghulu. Hufh… Lega. Alhamdulillah ya Allah. Perasaan yang terus berkecamuk selama beberapa hari lengkap dengan kondisi fisik yang sudah letih karena perjalanan jauh dan kurang tidur, akhirnya berakhir dengan kebahagiaan. Penantian selama 24 tahun menunggu seorang teman pendamping hidup tempat melabuhkan cinta di dunia dan akhirat usai sudah. Sebuah babak baru dalam hidupku. Ya, aku tak sendiri lagi. Sejurus kemudian, bidadariku muncul dari belakang, dan dengan khidmat mencium tangan dinginku, sekilas aku sadari kekhusyukan hatinya saat air bening keluar dari matanya. Tak cukup lama momen itu terjadi, kami berdua sudah disalami para hadirin dan mendapat ucapan selamat dan doa barakah. Jadilah, kami raja dan ratu seharian.

Mundur sebulan sebelumnya, saat aku pampang undangan di social media, sebuah kehebohan muncul. Pertanyaan demi pertanyaan seperti, dia teman sekolah atau teman kuliah? Pernah ketemu di mana? Kok bisa dia tinggal di Jawa dan kamu di Wamena bisa bertemu? Dia anak STAN juga? dsb. Alhamdulillah, cinta pertamaku Galih Lukito Sari bukanlah siapa-siapaku sebelumnya, yang jelas kami berdua menjaga diri dari hubungan tanpa ikatan dan tidak sesuai syariat (baca: pacaran), terus memperbaiki diri sendiri, dan bermunajat pada Allah agar saling dipertemukan dengan jodoh kami. Dan, jodoh benar-benar tak dapat disangka-sangka, meski aku di Wamena dan dia di Jawa akhirnya kita dipertemukan oleh-Nya Pertama kali di Jogjakarta (taaruf), kedua kali di rumahnya (khitbah), dan ketiga kalinya di masjid Al Huda (menikah). Demikianlah jawaban sebenarnya yang ingin kusampaikan atas pertanyaan-pertanyaan itu, biasanya aku hanya menjawab dengan bercanda “Dia bukan siapa-siapaku kok, aku hanya nemu”. Pacaran setelah pernikahan, begitulah cita-cita kami selama ini. Selamat pacaran!! 

Senin pagi, 4 November 2013, 29 Dzulhijjah 1423H, kami melangsungkan walimatul ursy pernikahan. Berlangsung sederhana dan tradisional yang dibalut dengan nuansa Islam, walimahan dilaksanakan di rumahnya yaitu di Dukuh Panisihan, Desa Kretek, Kec. Paguyangan, dan Kab. Brebes. Tiga kali kami harus berganti kostum untuk menyambut hadirin para undangan. Entah berapa ratus jepretan kamera yang mengabadikan ekspresi kebahagiaan kami baik di ruang khusus yang disediakan untuk fotografi atau saat di atas pelaminan bersama kerabat dan undangan. Saatnya pasang tampang ganteng dan senyuman manis :-)

Walimahan berlangsung dari sekitar pukul 10.00 dan berakhir pukul 13.30 WIB serta sempat diselingi hujan rintik-rintik. Beberapa kerabat dari Galih dan dariku yang sudah menunggu beberapa hari dan menemani kami langsung pamitan siang itu. Sementara Bapak dan Ibuku pulang pada sore harinya. Agak aneh dan risih juga waktu itu, aku ditinggal pergi keluarga dan akan tinggal di rumah mertua. Desa ini benar-benar telah menjadi kampung halaman keduaku.