14/08/12

Di Akhir Ramadhan

Ramadhan telah tiba
Tapi amalan-amalan hamba tak seberapa
Lailatul Qadar yang engkau beritakan telah hinggap di depan mata
Tapi, diri ini masih saja menyia-nyiakannya

Seandainya hamba tahu,
Bagaimana koleksi pahala hamba
Pun bagaimana koleksi dosa-dosa hamba
Tentu hamba bisa menakar, berapa banyak hamba bisa menebusnya
Namun, ternyata Engkau lebih memilih merahasiakannya
Agar hamba Mu tak cepat puas atas amalan-amalannya
Agar mereka tak cepat putus asa atas dosa-dosanya
Dan Engkau pun mewahyukan pada Rasul-Mu yang mulia
bahwa keselamatan di sana bukan karena itu semua
Melainkan cinta

Maka, ampunilah hamba
Maka, selamatkanlah hamba
Maka, ridhoilah hamba
Karena tanpa semua itu, alangkah ruginya segala upaya

Ya Allah, pemilik bumi dan seisinya
penguasa jagad raya dan seluruh jiwa
Betapa malunya hamba pada Rasulullah
Yang membengkak kakinya karena beribadah kepada-Mu
Yang sedikit tidur dan sedikit makan
Yang memenangkan agamamu di siang hari bulan Ramadhan
Sedangkan hamba....
MasyaAllah..
Astaghfirullah..
begitu terlenanya kami oleh duniamu
begitu mudahnya kami dibuai oleh nafsu dan syahwat
begitu lemahnya kami melawan rayuan makhluk api yang engkau laknati
Begitu pedenya kami merasa dekat pada-Mu
Ternyata begitu jauh amal dari iman

Mata ini sering berbuat zina,
Telinga ini tak pernah absen mendengar yang tak semestinya
Mulut ini tiada berhenti berkata ghibah, kasar dan dusta
Tangan ini justru asyik melakukan hal-hal sia-sia
Kaki ini justru ringan menuju tempat-tempat maksiat
Lalu, masihkah kami layak menyebut hamba dari-Mu?
Masihkah kami pantas meminta belas kasih-Mu?

Ya Azis, Ya Gaffar, Ya Rahiim
Begitu hinanya hamba
Yang mungkin lebih hina dari hewan-hewan ternak
Karena mereka tak berakal, sedangkan hamba bisa menentukan pilihan
Maka, sesungguhnya hamba begitu berharap
Angkatlah derajat hamba, tinggikanlah status hamba
Agar lebih mulia dari malaikat
Kuatkan hamba menghadapi rintangan dan cobaan
dan hebatkan hamba agar tak pernah mundur jalankan perintah
Karena tanpa-Mu, tiada sanggup hamba bertahan

Ya Alim, Ya Sama’, Ya Bashir
Yang mengetahui segala isi hati
Yang mendengar segala denyutan saraf di otak kami
Yang melihat apapun yang tersembunyi
Teguhkan hati kami dijalan-Mu
Bersihkanlah dia agar kembali ke fitrahnya
Beningkanlah dia dari segala noda-noda hitam bekas kemaksiatan
Dengan air cinta dan pelembut kasih dari-Mu
Terimalah tobat kami, meski begitu sering kami mengingkarinya
Namun, sesungguhnya Engkau sang Maha Penerima Tobat
Yang memiliki luas ampunan tak terhingga
dan rahmat yang tak terhitung jumlahnya
Di akhir Ramadhan ini, Terimalah taubat kami Ya Allah.
Terimalah kami kembali kepada-Mu Ya Adhim

Jika harusnya puasa itu menjadikan kami berubah
dari sekedar beriman menjadi bertaqwa
Lalu, apakah kami sanggup tetap setia di bulan yang lain?
Maka, tuntunlah kami agar tak menyimpang lagi dari jalan ini
Bimbinglah kami agar tetap istiqamah beribadah kepada-Mu
Agar mencintai Engkau dan Rasul-Mu lebih daripada sebelumnya
Agar ikhlas beramal kepada-Mu meski semakin sedikit yang membersamai

Ya Allah, tiadalah apa-apa yang paling kami harapkan
Selain ridho dan maghfirah-Mu
Perkenankan doa kami
Kabulkanlah Ya Allah
Amin..

03/08/12

Hal-hal yang sering mereka lakukan, dan ane enggak suka!

Wew,

Udah lama sekali nggak ngisi blog ini lagi. Maapin ya, kalo ada yang menanti-nanti (kepedean). Ane tuh beberapa waktu ini kepikiran terus ngerombak situs KPPN, trus mikirin desain kaos usaha sampingan, dll. Jadi ya, terlantar deh..

Setelah sekian lama enggak nulis, kayaknya kepengen nulis yang ringan-ringan dulu. Apa ya? anu aja deh, tentang hal-hal yang sering dilakuin orang-orang sekitar tapi kadang bikin ane jengkel dan harus menahan emosi. Bagusnya sih dilengkapi gambar, tapi karena masih sedikit ngerasa males, ya udah deh apa adanya aja.. hohoho..

1) Ngerokok di tempat umum, buang puntungnya sembarangan
Sebagai orang yang benci dengan produk tembakau itu, tentunya ane jengkel kalau ada orang yang ngerokok di tempat umum. Selain baunya yang bikin batuk-batuk, udara yang tercemar nikotin dan racun2 itu juga mau tak mau masuk ke paru-paru ane juga. Cuiihh... kalau mau mati, ya mati sendiri aja sono, gak usah ngajak-ngajak orang!
Selain itu, setelah rokoknya abis, eh dibuang puntungnya dimana-mana. Kalau ngerokoknya di dalam ruangan, kadang dilempar begitu aja ke luar. Tapi, terkadang cuma diinjek aja dan dibiarin begitu aja, "Ah paling ntar ada yang nyapu", mungkin seperti itu yang ia pikirkan. Jijik, jorok, blablabla...

2) Bawa sajadah gedhe ke masjid atau ngebiarin saf kosong (lebar) saat sholat berjamaah
Rasanya tuh nggrundhel di dalam hati, kalau ada yang pas sholat Jumat atau pas tarawih, ada yang bawa sajadah lebar. Tentunya sajadah lebar kurang tepat dibawa ke masjid, karena anjuran untuk merapatkan saf dengan menyentuhkan pundak dan kaki satu sama lain jadi terhambat karenanya. Tentunya orang yang ingin merapat juga pikir-pikir kalau harus nginjek-nginjek sajadahnya yang gedhe itu.
Kemudian, ketika sholat mau dimulai, saf-saf biasanya diminta dirapatkan oleh Sang Imam. Sayangnya, yang membawa sajadah itu, dan sudah dihamparkan sebelum sholat dimulai, tidak mau mengisi kekosongan saf di depannya yang sudah ditinggalkan oleh pengisi sebelumnya. Ia lebih suka menyuruh orang lain, yang enggak bawa sajadah, untuk maju ke depan. Parahnya, ketika di kanan dan kirinya ada sajadah, maka ketiga orang itu akan saling tunjuk-tunjukkan satu sama lain. Ckckckck.

3)
Nyalain musik kenceng-kenceng dalam satu ruangan, dan ane enggak suka musiknya. Kemudian ada yang nyalain musik lagi, dan sama-sama enggak mau mengalah
Kebetulan tempat kerja ane yang dulunya bersekat-sekat sekarang jadi satu tempat, karena ruang-ruang sebelumnya sedang direnov. Nah, di tempat baru ini, yang berukuran sekitar 11 x 8,5 m dan diisi oleh sekitar 13 orang, salah seorang pegawai sering membunyikan musik dengan speaker yang suaranya bisa didengar oleh seisi ruangan. Ada lagu-lagu nya yang ane suka, ada juga yang enggak ane suka. Biasanya yang ane lakukan ya tutup kuping dengan headset sambil nyalain lagu-lagu yang sesuai selera. Namun, pas kuping udah panas terpaksa ane lepas juga.
Parahnya, kalau ada yang punya speaker juga dan tak mau kalah. Orang itu membunyikan musik juga dengan intensitas suara yang sama besarnya dengan orang pertama. Parah enggak tuh? Polusi suara banget lah..

4) Serumah atau sekost dengan ane, tiap malem nonton TV sampai ditonton TV

Biasanya, yang bayar biaya listrik satu kost kan ditanggung bersama-sama kan.. Nah, kalau ada temen atau siapapun yang satu rumah dengan ane tidur di depan TV setiap malam, dan TV nya masih nyala (ditonton TV), tentunya jengkel. Apalagi jika sampe tidur ane enggak nyenyak gara-gara TV, beuh.. Gimana ya cara mengatasi teman yang seperti ini..

5) Temen punya alarm, tiap hari alarm nya di set pada jam tertentu, tapi ketika alarm dah berbunyi kenceng, dia nggak pernah bangun. Alarm pun berbunyi berulang-ulang meminta tangan ini mematikan alarmnya.
Tolong deh, kalau emang nggak pernah bangun tepat waktu sesuai jam alarm berdering, jangan di set pada jam itu lah. Ane juga punya alarm sendiri, so jangan saling mengganggu gitu dong.. Rasanya tuh, pengen nyemplungin hapenya ke dalam kolam :ganas, wkwkwkw

Udah ah, sementara itu dulu.. daripada amarah makin menjadi-jadi, hehe..